Capricorn

"Life is choices, and his choice is bad and good"

TeSCA (Telkom Smart Campus) : Meningkatkan Peran Kampus dalam Perkembangan TIK

leave a comment »

Untuk meningkatkan kesadaran penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di perguruan tinggi, PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) kembali menggelar program TeSCA (Telkom Smart Campus). Program TeSCA adalah pemeringkatan perguruan tinggi di Indonesia yang mengimplimentasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). “TeSCA merupakan rangkaian dari INDIGO award untuk lingkungan perguruan tinggi dan merupakan program Corporate Social Responsibility Telkom,” ujar Head of Corporate Communication anda Affair Telkom, Eddy Kurnia, Melalui TeSCA, Telkom berharap dapat mendorong kreativitas dan inovasi di bidang TIK di lingkungan perguruan tinggi untuk mendukung terciptanya visi Masyarakat Informasi Indonesia. Proses assessment TeSCA digelar pada Oktober 2011 hingga Januari 2012, sedangkan pengumuman para pemenang dan penganugerahan penghargaan dilaksanakan pada 14 Maret mendatang.

“TeSCA digelar sebagai wujud komitmen dan tanggungjawab Telkom dalam memacu tanggungjawab TIK, dalam kegiatan belajar dan mengajar di perguruan tinggi,” jelas Eddy.
Meningkatnya peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Indonesia tak lepas dari kontribusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK/ICT) yang sudah merambah di semua bidang. Itu pulalah yang menjadi latar belakang penyelenggaraan Telkom Smart Campus (TeSCA) yang sudah berlangsung sejak tahun 2008. Menurut Budi Siswanto, Group Head Enterprise Marketing PT Telekomunikasi Indonesia Tbk., TeSCA merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility Telkom yang terukur, terarah berkesinambungan dalam menciptakan dan menumbuhkan komunitas pengguna TIK di lingkungan perguruan tinggi. Program tersebut juga sesuai dengan program Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) dalam upaya memajukan pendidikan nasional untuk membangun Indonesia Higher Education Network (Inherent). Menurut Budi Siswanto, pihaknya tidak akan berhenti ketika telah mendapatkan perguruan tinggi yang terbaik. “Namun yang lebih penting, termasuk misi Telkom kepada bangsa, adalah bagaimana mendorong semua perguruan tinggi berlomba-lomba untuk mengimplementasikan ICT (Information and Communication Technology) yang setinggi-tingginya,” ujarnya. Ke depannya, implementasi ICT ini akan lebih bermanfaat ketika di-benchmark oleh pihak lain.

Menariknya, pada penyelenggaraan TeSCA yang keempat kalinya tahun 2011 ini, ada perubahan bentuk hasil penilaian. Tahun ini akan menggunakan penilaian yang mengadopsi sistem penilaian seperti Malcom Baldrige. Simbol-simbol dalam penilaian Tesca tersebut bisa dipakai oleh kampus-kampus untuk mengkampanyekan kampusnya kepada pihak lain dan juga masyarakat luas, termasuk para calon mahasiswa. “Jadi TeSCA tahun ini bukan saja mencari yang terbaik, tetapi juga mencari 100 kampus yang sudah memiliki tingkatan tertentu di dalam implementasi ICT,” ujar Budi Siswanto.

Nah, bagi kampus-kampus yang ingin meningkatkan implementasi ICT-nya, akan mendapatkan petunjuk yang hasilnya berupa skor atau skala yang menunjukkan tingkat kemampuan implementasi. Dari situlah akan terlihat kemampuan setiap kampus dalam upayanya meningkatkan skor implementasi ICT-nya dengan meningkatkan aspek-aspek penilaian yang harus diperbaiki. Bahkan selama satu tahun setelah dihasilkan pemeringkatan, pihak Telkom akan terus memantau program-program yang ada di kampus-kampus dan akan dipublikasikan di sejumlah media massa. Dengan begitu, peran media pun akan ikut menentukan dalam menyoroti kemajuan implementasi ICT yang telah dicapai.

Jika ada 100 kampus berperingkat tertinggi, itu artinya akan ada perkembangan implementasi ICT oleh 100 kampus yang akan diulas di media massa. Dengan begitu akan memberikan motivasi kepada setiap kampus untuk terus meningkatkan implementasi ICT-nya. Bahkan bukan tidak mungkin jika ada kampus yang turun peringkatnya karena tak menunjukkan kemampuan dalam upaya meningkatkan implementasi ICT-nya. Selain bisa meningkatkan peringkatnya pada TeSCA tahun berikutnya, di sisi lain hal tersebut akan memberikan kesempatan yang sama bagi kampus lain yang belum masuk 100 peringkat teratas TeSCA untuk bisa menembusnya.

Budi Siswanto pun menekankan bahwa ada beberapa hal penting yang harus dirasakan manfaat dari penyelenggaraan TeSCA. Mulai dari sejauh mana manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat terkait dengan implementasi ICT yang telah dilakukan oleh kampus tersebut. Itu artinya bagaimana masyarakat bisa mendapatkan kemudahan untuk mendapatkan informasi tentang keilmuan di kampus tersebut atau informasi apa saja untuk menjadi mahasiswa di kampus tersebut. Bahkan bagi mahasiswanya sendiri harus bisa merasakan manfaat lewat berbagai pelayanan kampus tersebut, termasuk soal administrasi, registrasi, dan semua kegiatan akademiknya. Demikian pula dengan manfaat yang harus dirasakan oleh semua pihak selaku pemangku kepentingan di kampus tersebut untuk sistem keuangan, sistem logistik, sistem akademik, dan sistem lain yang dimilikinya.

Telkom sendiri tetap berkomitmen untuk mendorong setiap kampus untuk terus meningkatkan implementasi ICT-nya lebih tinggi lagi. Selain itu, logo ICT TeSCA bisa dijadikan identifikasi bahwa kampus tersebut masuk dalam kategori berperingkat terbaik. Bahkan logo tersebut berhak digunakan oleh kampus yang bersangkutan dalam setiap aktivitasnya, termasuk dalam brosur mereka.

Dengan perubahan penyelenggaraan TeSCA yang menggunakan sistem pemeringkatan, maka setiap proses peningkatan implementasi yang dilakukan oleh setiap kampus bisa dimonitor lebih baik lagi. Bahkan dengan mengikuti TeSCA, setiap kampus akan merasakan banyak keuntungan, termasuk peningkatan citra kampusnya di mata masyarakat luas. “Menariknya lagi, kisah upaya apa saja yang mereka lakukan dalam meningkatkan implementasi ICT akan di-publish di media. Itu akan menjadi nilai tambah buat mereka,” ujar Budi Siswanto.

“Bisa saja sebuah kampus memang memiliki dana terbatas, tapi jika memiliki kreativitas dengan effort yang tinggi, itu bisa menambah poin penilaian tersendiri. Dan itu akan menjadi benchmark bagi perguruan tinggi yang lain,” kata Budi Siswanto menambahkan. Apalagi Telkom juga ikut mengembangkan cloud computing yang akan menambahkan manfaat dan keuntungan dari implementasi ICT, sekaligus sebagai realisasi implementasi dan rangkaian program Indigo 2011 dari Telkom.

dan berikut daftar2 campus yang masuk dalam rank 1-100 pada TeSCA ini : Cekidot

okey sekian dan terima kasih😀..

Written by 3firdhaus

Maret 15, 2012 pada 2:47 am

Ditulis dalam Business, Internet, Kuliah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: