Capricorn

"Life is choices, and his choice is bad and good"

Janganlah terlalu kagum terhadap orang lain

leave a comment »

posti

Gue bisa sampai pada kesimpulan ini saat melihat betapa banyaknya sosok-sosok “dangkal” yang banyak dielu-elukan masyarakat atau kelompok tertentu.

Kita bisa lihat maraknya profesi motivational speaker, or the so-called-motivator, saat ini. What do motivators do? Motivate. What gives them right or the legitimacy to motivate people? Nah, ini pertanyaan yang jawabannya perlu dipikirkan lebih jauh.

Ada dua jenis motivational speaker. Pertama adalah motivator yang jadi motivator karena mereka punya prestasi atau karya atau kontribusi luar biasa. Orang-orang ini jadi motivator karena “kecelakaan”. Maksudnya kecelakaan adalah, mereka awalnya hanya ingin jadi pengusaha, inventor, filantropis, atau apapun itu profesi mereka. Lama-kelamaan, karena mereka dianggap sukses oleh masyarakat atau kelompok tertentu, mereka pun sering diundang untuk berbagi tentang success story mereka. Orang jadi terinspirasi dan ingin belajar.

Tipe motivator pertama sebenarnya gak perlu memotivasi orang dengan mengucapkan kata-kata motivasi. Karya atau kontribusi yang mereka lakukan sebenarnya udah bisa memotivasi orang untuk jadi seperti mereka. Kalaupun mereka gak hadir dan bicara di seminar-seminar yang mengundang mereka, media juga akan meliput mereka dan orang-orang yang butuh inspirasi bisa jadiin mereka panutan.

Jenis motivational speaker kedua adalah mereka yang jadi motivator bukan karena kecelakaan, alias “sengaja”. Ada orang-orang yang sejak awal memang bilang, “Cita-cita saya adalah menjadi motivator”. Ini adalah jenis motivator yang gue selalu pertanyakan. Kenapa? Karena saat cita-cita lo sejak awal adalah menjadi motivator, otomatis lo harus mencari cara yang bisa bikin orang yakin bahwa lo itu beneran bisa bikin mereka lebih sukses. Para motivator jenis kedua ini pun sibuk memikirkan gimana biar mereka bisa meyakinkan–bikin website yang keren, pakai kata-kata yang persuasif, nulis buku “10 Cara Cepat Menjadi Miliuner” merayu orang biar langganan newsletter-nya dengan iming-iming potongan harga audiobook–tetapi sementara itu mereka gak melakukan kontribusi nyata.

Apa sih yang bikin mereka berhak memotivasi orang? Dari mana sih mereka mendapatkan legitimasi untuk memotivasi orang?

Pertanyaan itu, seperti yang gue bilang sebelumnya, adalah pertanyaan yang perlu direnungkan lagi jawabannya. Sayangnya, orang Indonesia terlalu gampang kagum, jadinya mereka bahkan gak terpikir untuk menanyakan pertanyaan itu. Sebelum para motivator jenis kedua mulai merecoki mereka dengan berbagai tips dan trik sukses, mereka gak sempat bertanya kepada diri sendiri, “Kenapa gue harus dengerin orang ini? Dia emangnya udah pernah ngapain aja?”

Makanya, jangan terlalu gampang kagum deh. Next time, kalau ada sosok yang dielu-elukan orang, apalagi yang harga seminarnya bisa puluhan juta (ada paket-paketnya pula), do a background check first, ini orang memang punya karya atau cuma bisa ngemeng doang.

BY RAISA NABILA via Ziliun.com

Written by 3firdhaus

September 15, 2014 pada 1:24 pm

Ditulis dalam Kehidupan, Tips-Tips, Umum

Tagged with ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: